LOG IN

79

by evanhutomo

Berdoa bukanlah kebiasaanku, kontemplasi yang membuatku tidak sengaja berdoa. Tampak luar ak seperti anak pendiam, mudah tersenyum, suka menyendiri. Tapi memang itulah ak sebenarnya. Hari ini kakek dari ayahku berulang tahun yang ke-79. Selisih antara 79 dengan 25 tahun jauh sekali kung. Pengalamanmu di kehidupan berkali-kali lipat daripada pengalaman kehidupanku di umur 25 tahun ini. Bagaimana ya kehidupan kakek disaat dia masih seumuran sepertiku dulu, mari berhitung.2016-(79-25)=1962. what!? 1962 adalah tahun ayahku lahir. Aku kira kakek masih menikmati masa mudanya dengan

minum kopi pahit, begadang, 
mendengarkan lagu favorit.

Kakekku sudah memutuskan naik level sebelum dia berumur 25 tahun sepertiku sekarang. Meanwhile, di umurku yang ke-25 ak masih berkutat dengan 
shukudai, 
renshu, 
dan kenkyuu.

Selamat ulang tahun kung, tetep sehat ya..dan doakan seperti biasanya ya, cucumu sedang merantau ini (untuk kue atau permen, minta orang dirumah ya). Terima kasih sudah menjadi sosok penyemangat hari demi hari walau kung hanya berbaring dan membalas ‘kung berangkat dulu ya’ ku dengan gumaman gelisah.

Kok bisa menginspirasi? memang kung sedang apa di tempat tidur?
memberikan wejangan? menulis buku? bukan semuanya.

Dia hanya mampu mengingat apa yang bisa dia ingat, 
mendoakan kita sekeluarga walau diakhiri dengan frase minta kue,
bergumam setiap malam berjuang dengan anxiety disordernya (menurutku),
mengajarkan orang serumah arti sabar yang sebenarnya dengan berkutat dengan bau dan kotor,
membuatku mengerti, waktu terlalu singkat untuk dijalani.

Selamat ulang tahun kung, tetep sehat ya..maaf kacamatanya masih belum pas dimatanya kung. Maaf juga pernah kasar ke kung, atau kurang sabar, atau kurang yang lainnya. Masih banyak sebenarnya hal yang masih ingin ditanyakan, entah seputar sejarah, silsilah, pengalaman, dan lain hal yang aku ingin catat untuk kenang2an, untuk pelajaran.

Karena dulu setiap pagi sebelum berangkat penyemangatku adalah pamit ke kung, sekarang penyemangatku dengan melihat orang tua seumuran kung disini. Mereka masih kuat kerja kung, ramah-ramah lagi.
Ada uti-uti di gereja yang suka kasih kue bolu setiap ak ke gereja,
persis seperti uti ari kasih jajanan pasar setiap ak kerumah kung dulu.

Terima kasih kung, karena kung jadi ada papa, karena papa jadi ada aku.
Papa orangnya bersihan, multi talent, sabar, murah senyum, kalau marah berusaha untuk tidak destruktif, rapi, rajin, niat, altruis, sederhana, rela berkorbannya nda kurang-kurang, suka abadikan moment walau jarang masuk di foto, suka bercerita walau kadang yang diceritakan sudah pernah diceritakan, suka masak, suka ajak mancing saat ak asik maen nintendo.
Yah semuanya sudah inherited kok kung, terima kasih buat nilai nilai baik yang sudah diturunkan ke aku.

Kalau memang disurga semua orang berusia muda, ak bisa bayangkan suara dan wajah kung disaat seumuran denganku saat ini. Tetep sehat ya kung.. Haha, sudah jelaslah kenapa aku mengatakan ‘tetap sehat’ berulang kali.


evanhutomo
OTHER SNAPS